AS GEMPUR IRAN! Trump Perintahkan Serangan Balasan, Harapan Damai Kian Memudar

Wednesday, 16 September 2026, 06:55 am

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Rabu (29/7/2026) malam waktu setempat sebagai respons atas serangan rudal balistik Iran yang sehari sebelumnya menargetkan pasukan AS di Yordania.

Operasi militer tersebut menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung selama enam bulan, sekaligus memperkecil peluang tercapainya penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa serangan balasan merupakan respons yang tidak dapat dihindari setelah pasukan AS menjadi sasaran.

> “Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras, karena sekarang giliran kami,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, seperti dikutip The Wall Street Journal.

Trump juga mengklaim Iran sempat meminta agar Washington tidak melakukan serangan balasan. Namun, menurutnya, Teheran tetap meluncurkan serangan rudal sehingga konsekuensi militer tidak bisa dihindari.

> “Mereka tahu balasan itu akan datang,” ujar Trump, seraya menegaskan bahwa Amerika Serikat akan merespons setiap serangan yang mengancam personel maupun kepentingannya.

Harapan Diplomasi Kembali Memudar

Serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Yordania dilaporkan berhasil dicegat. Meski tidak menimbulkan dampak yang lebih besar, insiden tersebut memicu tekanan politik dan militer terhadap pemerintahan Trump untuk memberikan respons tegas.

Peristiwa itu sekaligus mengakhiri jeda yang sempat membuka peluang diplomasi setelah Trump menghentikan kampanye pengeboman selama 13 hari terhadap Iran.

Kini, harapan untuk menghidupkan kembali perundingan damai dinilai semakin menipis seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

AS dan Israel Bahas Langkah Selanjutnya

Di tengah memanasnya situasi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Washington.

Sehari sebelumnya, Trump dan Netanyahu juga menggelar pertemuan di Gedung Putih untuk membahas strategi menghadapi Iran.

Seorang pejabat senior Israel mengungkapkan, terdapat tiga opsi yang dibahas kedua negara, yakni melanjutkan jalur diplomasi, meningkatkan tekanan ekonomi dan blokade terhadap Iran, atau kembali melakukan operasi militer.

Menurut pejabat tersebut, Netanyahu tidak mendorong satu opsi tertentu dan menyerahkan keputusan akhir kepada Presiden Trump. Meski demikian, Israel menilai jalur diplomasi masih dapat ditempuh bersamaan dengan peningkatan tekanan ekonomi terhadap Teheran, termasuk melalui pembatasan jalur perdagangan darat selama proses negosiasi berlangsung.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *