Jalanan Makin Mencekam, Komisi III DPR Minta Polri Tindak Tegas Begal Tanpa Kompromi

Monday, 15 June 2026, 11:48 am

Aksi begal yang kembali marak di sejumlah daerah mulai dipandang bukan lagi sekadar kriminal jalanan biasa. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menilai kejahatan begal telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap keamanan masyarakat.

Dalam beberapa waktu terakhir, korban begal bukan hanya masyarakat umum. Aparat kepolisian hingga warga negara asing juga ikut menjadi sasaran aksi kriminal yang dinilai semakin brutal.

“Kami mendukung penuh Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak tegas dan tanpa kompromi terhadap seluruh pelaku kejahatan begal yang sudah sangat meresahkan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” kata Habiburokhman kepada wartawan, Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurut dia, fenomena begal kini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Jika sebelumnya aksi tersebut sering dikaitkan dengan faktor ekonomi, kini pola kejahatan dinilai berubah menjadi lebih brutal dan erat dengan penyalahgunaan narkoba.

“Kejahatan begal sekarang bukan lagi sekadar tindak kriminal biasa karena faktor ekonomi, tetapi telah berkembang menjadi kejahatan brutal yang erat kaitannya dengan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Habiburokhman mengatakan negara tidak boleh terlihat kalah di hadapan kelompok kriminal jalanan. Ia menilai rasa aman masyarakat harus menjadi prioritas utama aparat penegak hukum.

“Polri tidak boleh membiarkan jalanan Indonesia dikuasai para begal. Jangan sampai masyarakat takut bekerja, pulang malam, atau menjalankan aktivitas sehari-hari karena ancaman kejahatan,” katanya.

Ia juga menyinggung kasus di Lampung yang menyebabkan anggota polisi, Arya Supena, gugur saat menjalankan tugas.

Menurut Habiburokhman, peristiwa tersebut menjadi sinyal bahwa aksi begal telah berkembang menjadi ancaman serius yang tidak bisa lagi dipandang sebagai kriminalitas biasa.

“Korban begal bukan hanya masyarakat biasa, tetapi juga aparat kepolisian bahkan warga negara asing,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya keresahan publik, Habiburokhman meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia terus meningkatkan tindakan tegas terhadap para pelaku demi memulihkan rasa aman masyarakat di ruang publik.

“Negara harus hadir. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *