Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah memantau langsung dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap harga barang, jasa, hingga biaya transportasi di daerah masing-masing.
Arahan itu disampaikan Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Senin (18/5/2026).
Menurut Tito, penguatan dolar Amerika Serikat saat ini mulai memberi tekanan terhadap sejumlah mata uang, termasuk rupiah. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada kenaikan harga kebutuhan masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“Bulan Mei ini kita harus mengamati betul perkembangan dari dampak terutama kenaikan harga minyak dan juga kurs mata uang. Apakah ada pengaruh atau tidak,” kata Tito dalam siaran YouTube Kemendagri.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak cukup hanya mengandalkan laporan statistik inflasi nasional, tetapi harus turun langsung mengecek kondisi pasar dan biaya transportasi di lapangan.
Menurut Tito, pemeriksaan langsung penting dilakukan untuk memastikan apakah pelemahan rupiah mulai memicu kenaikan harga barang dan jasa yang dapat membebani masyarakat.
“Ini perlu dicek ke lapangan oleh semua daerah, pasar, harga-harga barang dan jasa, transportasi, apakah terjadi kenaikan atau tidak. Sangat penting,” ujarnya.
Meski laju inflasi nasional masih relatif terkendali, pemerintah mulai mewaspadai potensi tekanan ekonomi akibat fluktuasi nilai tukar dan kenaikan harga minyak dunia.
Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah pengendalian apabila ditemukan gejolak harga yang mulai memengaruhi daya beli masyarakat.
Rupiah Melemah, Mendagri Minta Kepala Daerah Pantau Harga Barang dan Ongkos Transportasi
Tuesday, 19 May 2026, 03:21 am



