PRABOWO BONGKAR ‘ANGGARAN AKAL-AKALAN’! Rp308 TRILIUN DIPANGKAS: Kalau Tidak, Ini ARAH KORUPSI!

Friday, 20 March 2026, 15:31 pm

Presiden Prabowo Subianto mengungkap langkah tegas pemerintah dalam memangkas belanja negara yang dinilai tidak produktif. Kebijakan ini disebut sebagai upaya menutup celah penyimpangan dan potensi korupsi dalam pengelolaan APBN.

Dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” bersama pakar dan jurnalis, Kamis (19/3/2026), Prabowo menyebut pemerintah berhasil menghemat hingga Rp308 triliun dari belanja pemerintah pusat pada tahap awal efisiensi.

“Dari mana itu? Dari semua pengeluaran yang akal-akalan. Keyakinan saya, kalau tidak dipotong, ini ke arah korupsi,” tegasnya.

Menurut Prabowo, pemangkasan besar-besaran ini menjadi langkah penting untuk menyelamatkan uang rakyat dari praktik yang berpotensi merugikan negara. Anggaran yang dipangkas berasal dari berbagai pos yang dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

📉 ICOR Tinggi, Tanda Indonesia Boros?

Prabowo juga menyoroti tingginya angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang berada di level 6,5. Angka ini jauh di atas negara kawasan seperti Thailand (4), Malaysia (4), dan Vietnam (3,6).

Tingginya ICOR menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan modal jauh lebih besar untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi dibanding negara lain—indikasi kuat adanya inefisiensi.

Dengan APBN yang mendekati Rp3.700 triliun, Prabowo memperkirakan sekitar 30 persen anggaran tidak efisien, setara 75 miliar dolar AS.

✂️ Apa Saja yang Dipangkas?

Sejumlah pengeluaran yang disisir dan dipangkas antara lain:
• Biaya seremonial
• Alat tulis kantor (ATK)
• Rapat dan seminar di luar kantor
• Pengadaan barang rutin seperti komputer

Tak hanya itu, Prabowo juga menyoroti banyaknya kajian yang dinilai tidak menyentuh persoalan utama seperti kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

🏢 Wacana Kerja Baru ASN

Menghadapi potensi krisis global, pemerintah juga membuka wacana perubahan pola kerja aparatur sipil negara, termasuk:
• Pengurangan hari kerja (dari 5 hari menjadi 4 hari)
• Penerapan work from home (WFH) hingga 75 persen pegawai

Prabowo menilai skema ini pernah terbukti efektif saat pandemi dan bisa kembali diterapkan untuk efisiensi.

⚠️ Pesan Keras Prabowo

Langkah ini disebut baru tahap awal. Prabowo menegaskan masih banyak ruang penghematan yang bisa dilakukan, terutama dari belanja rutin yang tidak esensial.

“Ini baru permulaan. Kita harus berani bersih-bersih anggaran,” tegasnya.
***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *