Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berencana merekrut sekitar 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk mengelola program Koperasi Desa Merah Putih. Para sarjana tersebut akan menjadi tenaga penggerak bagi sekitar 80 ribu koperasi desa yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengatakan, proses perekrutan dan pelatihan tenaga pengawai koperasi akan melibatkan dukungan dari Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri.
“Pemerintah menargetkan perekrutan dan pelatihan sekitar 30.000 tenaga pengawai melalui dukungan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri,” ujar Donny dalam rapat percepatan program Koperasi Desa Merah Putih, seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenhan, Kamis (12/3/2026).
Sementara itu, Kepala Biro Informasi dan Humas Sekretariat Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa proses perekrutan SPPI terbuka untuk umum. Semua lulusan sarjana maupun magister dari berbagai jurusan dapat mendaftar sebagai calon pengelola koperasi desa tersebut.
“Siapa saja boleh mengikuti selama memenuhi syarat pendidikan minimal sarjana,” kata Rico, Jumat (13/3/2026).
Para pelamar nantinya akan mengikuti proses seleksi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan. Peserta yang dinyatakan lolos akan ditempatkan sebagai manajer di Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Rico, proses perekrutan dijadwalkan mulai pada Juni 2026. Saat ini pemerintah masih melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta menyiapkan berbagai tahapan pelaksanaan program tersebut.
Program ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian desa sekaligus menghadirkan tenaga muda terdidik untuk mengelola koperasi secara profesional di seluruh Indonesia.
***



