Mayjen (Purn) Prihati Pujowaskito Pimpin BPJS Kesehatan 2026–2031, Dokter Jantung di Balik Seragam Militer

Friday, 20 March 2026, 08:26 am

Penunjukan Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2026–2031 melalui Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026 sempat memunculkan tanda tanya di kalangan publik. Sebagian mempertanyakan alasan pemerintah menunjuk perwira tinggi militer untuk memimpin lembaga strategis di sektor jaminan kesehatan nasional.


Namun, jika menilik rekam jejaknya, keraguan tersebut perlahan terjawab. Prihati bukanlah prajurit tempur, melainkan dokter spesialis jantung (Sp.JP) dengan pengalaman panjang di bidang medis dan manajerial.


Dokter Spesialis dengan Pengalaman Lapangan


Lulusan Sepamilsuk ABRI III tahun 1990 ini memiliki latar belakang klinis yang kuat. Sebagai dokter jantung, ia memahami kebutuhan pasien, standar pelayanan medis, serta tantangan nyata di fasilitas kesehatan. Keilmuan tersebut menjadi fondasi penting dalam mengawal kebijakan yang berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


Rekam Jejak Manajerial


Karier militernya pun berfokus pada pengelolaan institusi kesehatan berskala besar. Ia pernah menjabat sebagai:


• Direktur Pengawasan Medik (Dirjangmed) RSPAD Gatot Soebroto (2021–2023), memimpin tata kelola operasional salah satu rumah sakit rujukan tertinggi di Indonesia.


• Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan (2023–2025), menunjukkan kapasitas kepemimpinan di bidang akademik dan pengembangan SDM kesehatan.


Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk memimpin BPJS Kesehatan yang mengelola program JKN bagi ratusan juta peserta dengan kompleksitas tata kelola yang tinggi.


Sinergi Kedisiplinan dan Profesionalisme Medis


Dalam konteks birokrasi Indonesia, penugasan dokter berlatar militer di sektor kesehatan bukan hal baru.

Pemerintah dinilai mengandalkan kombinasi kedisiplinan, ketegasan, serta pengalaman manajerial untuk memperkuat tata kelola dan keberlanjutan program JKN.


Tongkat estafet kepemimpinan kini resmi berpindah dari Prof. dr. Ali Ghufron Mukti kepada Prihati Pujowaskito. Di bawah kepemimpinan dokter jantung sekaligus purnawirawan jenderal bintang dua ini, publik menanti pembaruan layanan kesehatan yang lebih efisien, transparan, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *