IT Centre Manado mendadak lumpuh pada Selasa (2/6/2026).
Pusat perdagangan elektronik terbesar di Kota Manado itu ditutup sementara sejak pagi hingga siang hari saat ratusan karyawan dan staf turun ke jalan menggelar aksi damai.
Bukan tanpa alasan.
Mereka mengaku takut kehilangan pekerjaan akibat kasus dugaan pencemaran yang menyeret nama IT Centre dan dinilai sebagai bentuk kriminalisasi.
Aksi itu langsung menyita perhatian publik.
Warga yang melintas di kawasan Jalan Pierre Tendean tampak berhenti, kebingungan, lalu berkerumun melihat sebuah baliho putih raksasa penuh tanda tangan dukungan untuk IT Centre dan penolakan terhadap kriminalisasi.
Tak lama kemudian, lobi depan IT Centre dipenuhi ratusan pekerja berpakaian putih sambil membawa spanduk bernada keras.
“Penetapan tersangka cacat hukum”
“Nasib ribuan pekerja ada di sini”
“Jangan matikan tempat kami cari makan”
Tulisan-tulisan itu menjadi simbol kepanikan para pekerja yang khawatir IT Centre benar-benar akan ditutup.
Bagi mereka, IT Centre bukan sekadar pusat elektronik.
Tempat itu adalah sumber kehidupan ribuan keluarga di Manado.
Andre Rumatora, HRD salah satu tenant, mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk menghentikan dugaan kriminalisasi terhadap IT Centre.
“Kalau proses ini terus berjalan dan IT Centre dinyatakan bersalah, tempat ini bisa tutup. Lalu bagaimana nasib keluarga kami? Lebih baik tutup sehari daripada tutup selamanya,” tegasnya.
Andre juga menyoroti sejumlah kejanggalan dalam proses hukum yang berjalan.
Menurutnya, IPAL yang dijadikan sampel pemeriksaan disebut bukan berasal langsung dari IT Centre, melainkan saluran pembuangan air yang digunakan seluruh Kota Manado.
Tak hanya itu, fakta persidangan juga disebut mengungkap penggunaan botol air mineral bekas sebagai wadah pengambilan sampel, yang dinilai tidak sesuai prosedur.
Ia pun mempertanyakan cepatnya proses penetapan tersangka dalam kasus tersebut.
“Biasanya proses seperti ini memakan waktu panjang. Tapi ini sangat cepat,” katanya.
Para pekerja berharap Pemerintah Kota Manado dan DPRD turun tangan karena ribuan warga menggantungkan hidup di IT Centre.
Setelah aksi damai selesai, aktivitas perdagangan akhirnya kembali dibuka dan operasional berjalan normal. Namun keresahan para pekerja belum sepenuhnya hilang. Mereka takut, suatu hari nanti, tempat mereka mencari nafkah benar-benar ditutup.
IT Centre Manado Sempat Lumpuh, Karyawan Turun Jalan Selamatkan Ribuan Mata Pencaharian
Monday, 15 June 2026, 09:32 am



