Sepatu Sekolah Rp27 Miliar: Kepedulian atau Anggaran yang Mengundang Tanda Tanya?

Tuesday, 19 May 2026, 05:56 am

Di saat rakyat diminta berhemat, angka Rp27 miliar untuk pengadaan sepatu siswa tiba-tiba terasa sulit diabaikan.

Program Sekolah Rakyat memang ditujukan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu. Namun ketika publik menghitung, muncul keganjilan: harga sepasang sepatu bisa mendekati Rp700 ribu. Untuk kebutuhan dasar, angka ini memicu satu pertanyaan sederhana—apakah ini masih wajar?

Kritik pun bermunculan. Bukan karena masyarakat menolak bantuan, tetapi karena angka sebesar itu menuntut penjelasan yang sama besarnya.

Kementerian Sosial melalui Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa anggaran tersebut sepenuhnya untuk kebutuhan siswa.

“Semua untuk anak-anak,” ujarnya.
Namun publik tidak hanya butuh pernyataan. Publik butuh kejelasan.

👉Bagaimana hitungannya hingga mencapai angka itu?
👉Apa spesifikasi sepatu yang membuat harganya melambung?
👉Dan siapa yang akan mengelola proyek bernilai puluhan miliar ini?

Di tengah kebijakan efisiensi yang sering dijadikan alasan untuk memangkas kebutuhan lain, pengadaan ini justru terasa berlawanan arah. Di sinilah persoalan sebenarnya muncul—bukan sekadar soal sepatu, tapi soal rasa keadilan.

Karena ketika angka besar tidak dijelaskan dengan terang, yang muncul bukan lagi kepercayaan—melainkan kecurigaan.

Rp27 miliar itu bukan angka kecil. Tapi diam tanpa penjelasan bisa jadi jauh lebih mahal.

Jujur saja—kalau ini uang negara, menurut kalian masih masuk akal… atau sudah keterlaluan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *