Prabowo Soroti Negara Pangkas Gaji Menteri Hadapi Krisis Global, Indonesia Diminta Tetap Hemat

Sunday, 22 March 2026, 09:24 am

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyinggung langkah sejumlah negara yang memangkas gaji pejabat tinggi negara untuk menghadapi ancaman krisis ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Dalam rapat tersebut, ia menjelaskan bahwa dinamika geopolitik dunia, khususnya di kawasan Eropa dan Timur Tengah, turut memicu ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Prabowo, situasi tersebut membuat beberapa negara mengambil kebijakan penghematan yang cukup ekstrem demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Salah satu contoh yang ia soroti adalah langkah yang dilakukan pemerintah Pakistan. Negara itu diketahui memangkas gaji pejabat kabinet serta anggota parlemen sebagai bagian dari upaya penghematan anggaran negara.

Prabowo menjelaskan, dana hasil pemotongan gaji tersebut kemudian dialokasikan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.

“Mereka bahkan mengurangi gaji anggota kabinet dan anggota DPR, lalu penghematan itu dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling lemah,” ujar Prabowo.

Selain pemotongan gaji pejabat, pemerintah Pakistan juga menerapkan berbagai kebijakan lain untuk merespons situasi global yang tidak menentu.

Beberapa kebijakan tersebut antara lain penerapan sistem work from home (WFH) bagi sekitar 50 persen pegawai di instansi pemerintah dan sektor swasta, serta pengurangan hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan konsumsi energi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional pemerintahan.

Tidak hanya itu, pemerintah Pakistan juga membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh kementerian. Bahkan, sekitar 60 persen kendaraan dinas pemerintah tidak dioperasikan pada waktu tertentu sebagai bagian dari upaya penghematan energi.

Sejumlah belanja negara yang dinilai tidak mendesak juga dihentikan sementara, seperti pengadaan pendingin udara, kendaraan dinas, hingga perabot kantor bagi lembaga pemerintahan.

Penggunaan anggaran untuk kegiatan seremonial juga dibatasi. Pemerintah Pakistan bahkan menghentikan kunjungan luar negeri pejabat serta melarang penggunaan dana negara untuk acara yang tidak bersifat prioritas.

Pada sektor pendidikan, pemerintah setempat sempat menyesuaikan sistem pembelajaran dengan mengalihkan perkuliahan ke sistem daring. Sementara itu, kegiatan belajar di sekolah dihentikan sementara selama sekitar dua pekan.

Prabowo menegaskan bahwa contoh tersebut disampaikan sebagai gambaran bagaimana negara lain merespons tekanan ekonomi global.

Menurutnya, Indonesia hingga saat ini masih berada dalam kondisi yang relatif aman. Pemerintah dinilai berhasil menjaga ketersediaan sejumlah kebutuhan pangan pokok serta menyiapkan program untuk mempercepat swasembada energi nasional.

Meski begitu, Prabowo menilai langkah penghematan tetap perlu dipertimbangkan sebagai bentuk antisipasi terhadap situasi global yang tidak menentu.

Ia menekankan pentingnya menjaga disiplin fiskal agar defisit anggaran negara tidak semakin melebar, salah satunya melalui efisiensi penggunaan anggaran dan energi.

“Saya kira kita juga harus mengupayakan penghematan. Saya percaya dua sampai tiga tahun ke depan kita akan sangat kuat, tetapi tetap kita harus hemat konsumsi,” kata Prabowo.

Prabowo berharap langkah efisiensi tersebut dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk menekan defisit anggaran negara.

“Dengan demikian kita berharap defisit kita tidak bertambah. Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit,” pungkasnya.

(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *