Trump Tuntut Iran Menyerah Tanpa Syarat, Pasar Dunia Langsung Bergejolak

Friday, 20 March 2026, 11:15 am

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuntut Iran melakukan penyerahan tanpa syarat pada Jumat (6/3/2026), hanya sepekan setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pecah dan mengguncang kawasan Timur Tengah.


Pernyataan keras tersebut disampaikan Trump melalui media sosial, beberapa jam setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengungkapkan bahwa sejumlah negara yang tidak disebutkan namanya telah mulai melakukan upaya mediasi untuk meredakan konflik.


“Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali penyerahan tanpa syarat!” tulis Trump, seperti dikutip Reuters.


Trump juga menyatakan bahwa setelah Iran menyerah dan memilih seorang pemimpin yang “hebat dan dapat diterima”, Amerika Serikat bersama para sekutu dan mitranya akan membantu Iran keluar dari krisis.


“Setelah itu, dan setelah terpilihnya seorang Pemimpin yang hebat dan dapat diterima, kami bersama banyak sekutu serta mitra kami yang luar biasa dan sangat berani akan bekerja tanpa lelah membawa Iran kembali dari ambang kehancuran, menjadikannya lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat secara ekonomi daripada sebelumnya,” tulis Trump.


Namun tuntutan penyerahan tanpa syarat tersebut dinilai berpotensi memperumit upaya diplomasi yang sedang berlangsung. Reuters melaporkan bahwa pernyataan itu langsung mengguncang pasar keuangan global.


Pasar saham Eropa yang sudah dibuka saat pernyataan Trump muncul langsung mengalami penurunan tajam, sementara bursa saham di Wall Street juga dibuka lebih rendah tak lama setelahnya. Konflik yang berlarut-larut juga dikhawatirkan akan semakin mengganggu pasokan energi global.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tetap terbuka terhadap perdamaian, namun tidak akan tunduk pada tekanan pihak mana pun.


“Biar jelas: kami berkomitmen pada perdamaian abadi di kawasan ini, tetapi kami tidak ragu sedikit pun untuk membela martabat dan otoritas negara kami. Mediasi harus ditujukan kepada mereka yang meremehkan rakyat Iran dan memicu konflik ini,” tegas Pezeshkian dalam pernyataannya yang dikutip Tasnim News.


Pernyataan keras dari kedua pemimpin ini memperlihatkan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih jauh dari mereda, sementara dunia kini menanti apakah jalur diplomasi mampu mencegah konflik yang lebih luas.
(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *