Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah berhasil melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp380 triliun pada tahun pertama masa jabatannya. Dana hasil penghematan tersebut dialihkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jumat (13/2). Ia menjelaskan, efisiensi diperoleh melalui pemangkasan berbagai kegiatan yang dinilai kurang produktif, seperti perjalanan dinas luar negeri, acara seremonial, seminar, serta rapat-rapat yang tidak mendesak.
Menurutnya, anggaran yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan tersebut kini difokuskan pada program-program prioritas pemerintah, termasuk MBG. Prabowo juga menekankan pentingnya menutup potensi kebocoran anggaran guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi belanja negara.
Lebih lanjut, ia menyebut program MBG turut memberikan dampak ekonomi melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Saat ini, lebih dari 23 ribu dapur telah beroperasi dan ditargetkan bertambah hingga lebih dari 30 ribu unit, dengan sasaran sekitar 82,9 juta penerima manfaat.
Setiap dapur diperkirakan mempekerjakan sekitar 50 orang. Jika target 30 ribu dapur tercapai, program ini diproyeksikan mampu menyerap antara 1 hingga 1,5 juta tenaga kerja per hari. Selain membuka lapangan pekerjaan, dapur MBG juga melibatkan pemasok bahan pangan dan petani lokal, sehingga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian hingga ke tingkat desa.
(**)



