Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), dikabarkan menyarankan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar terus memberikan tekanan keras terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Laporan tersebut diungkap oleh The New York Times pada Minggu (15/3/2026) dengan mengutip sejumlah pejabat di Gedung Putih.
Menurut laporan itu, MBS menilai tekanan kuat dari Washington diperlukan untuk membendung pengaruh Teheran yang dinilai semakin agresif di kawasan.
Sikap tersebut dinilai sejalan dengan pandangan mendiang Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdulaziz Al Saud. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Raja Abdullah disebut pernah meminta pemerintah Amerika Serikat untuk “memenggal kepala ular”, sebuah kiasan keras yang merujuk pada upaya menghentikan pengaruh Iran di Timur Tengah.
Di tengah memanasnya konflik regional, MBS juga melakukan pertemuan dengan Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), pada Senin (16/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menegaskan bahwa setiap serangan dari Iran terhadap negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) merupakan ancaman serius bagi stabilitas kawasan.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara Teluk terhadap potensi eskalasi konflik yang dapat menyeret lebih banyak negara ke dalam ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
***



